Tugas Bahasa

Bahasa Indonesia adalah bahasa resmi Republik Indonesia sebagaimana disebutkan dalam Undang-Undang Dasar RI 1945, Pasal 36. Ia juga merupakan bahasa persatuan bangsa Indonesia sebagaimana disiratkan dalam Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928. Meski demikian, hanya sebagian kecil dari penduduk Indonesia yang benar-benar menggunakannya sebagai bahasa ibu karena dalam percakapan sehari-hari yang tidak resmi masyarakat Indonesia lebih suka menggunakan bahasa daerahnya masing-masing sebagai bahasa ibu seperti bahasa Melayu pasar, bahasa Jawa, bahasa Sunda, dll. Untuk sebagian besar masyarakat Indonesia lainnya, bahasa Indonesia adalah bahasa kedua dan untuk taraf resmi bahasa Indonesia adalah bahasa pertama. Bahasa Indonesia merupakan sebuah dialek bahasa Melayu yang menjadi bahasa resmi Republik Indonesia.

Bahasa Indonesia diresmikan pada kemerdekaan Indonesia tahun 1945. Bahasa Indonesia merupakan bahasa dinamis yang hingga sekarang terus menghasilkan kata-kata baru, baik melalui penciptaan, maupun penyerapan dari bahasa daerah dan asing. Bahasa Indonesia adalah dialek baku dari bahasa Melayu yang pokoknya dari bahasa Melayu Riau sebagaimana diungkapkan oleh Ki Hajar Dewantara dalam Kongres Bahasa Indonesia I tahun 1939 di Solo, Jawa Tengah, “jang dinamakan ‘Bahasa Indonesia’ jaitoe bahasa Melajoe jang soenggoehpoen pokoknja berasal dari ‘Melajoe Riaoe’, akan tetapi jang soedah ditambah, dioebah ataoe dikoerangi menoeroet keperloean zaman dan alam baharoe, hingga bahasa itoe laloe moedah dipakai oleh rakjat di seloeroeh Indonesia; pembaharoean bahasa Melajoe hingga menjadi bahasa Indonesia itoe haroes dilakoekan oleh kaoem ahli jang beralam baharoe, ialah alam kebangsaan Indonesia”. atau sebagaimana diungkapkan dalam Kongres Bahasa Indonesia II 1954 di Medan, Sumatra Utara, “…bahwa asal bahasa Indonesia ialah bahasa Melaju. Dasar bahasa Indonesia ialah bahasa Melaju jang disesuaikan dengan pertumbuhannja dalam masjarakat Indonesia”.

Secara sejarah, bahasa Indonesia merupakan salah satu dialek temporal dari bahasa Melayu yang struktur maupun khazanahnya sebagian besar masih sama atau mirip dengan dialek-dialek temporal terdahulu seperti bahasa Melayu Klasik dan bahasa Melayu Kuno. Secara sosiologis, bolehlah kita katakan bahwa bahasa Indonesia baru dianggap “lahir” atau diterima keberadaannya pada tanggal 28 Oktober 1928. Secara yuridis, baru tanggal 18 Agustus 1945 bahasa Indonesia secara resmi diakui keberadaannya.

Fonologi dan tata bahasa dari bahasa Indonesia cukuplah mudah. Dasar-dasar yang penting untuk komunikasi dasar dapat dipelajari hanya dalam kurun waktu beberapa minggu. Bahasa Indonesia merupakan bahasa yang digunakan sebagai penghantar pendidikan di perguruan-perguruan di Indonesia.

//<![CDATA[
if (window.showTocToggle) { var tocShowText = “tampilkan”; var tocHideText = “sembunyikan”; showTocToggle(); }
//]]>

[sunting] Sejarah

Bahasa Indonesia adalah bahasa Melayu, sebuah bahasa Austronesia yang digunakan sebagai lingua franca di Nusantara kemungkinan sejak abad-abad awal penanggalan modern, paling tidak dalam bentuk informalnya. Bentuk bahasa sehari-hari ini sering dinamai dengan istilah Melayu Pasar. Jenis ini sangat lentur sebab sangat mudah dimengerti dan ekspresif, dengan toleransi kesalahan sangat besar dan mudah menyerap istilah-istilah lain dari berbagai bahasa yang digunakan para penggunanya.

Bentuk yang lebih resmi, disebut Melayu Tinggi, pada masa lalu digunakan kalangan keluarga kerajaan di sekitar Sumatera, Malaya, dan Jawa. Bentuk bahasa ini lebih sulit karena penggunaannya sangat halus, penuh sindiran, dan tidak seekspresif Bahasa Melayu Pasar.

Pemerintah kolonial Belanda yang menganggap kelenturan Melayu Pasar mengancam keberadaan bahasa dan budaya Belanda berusaha meredamnya dengan mempromosikan Bahasa Melayu Tinggi, di antaranya dengan penerbitan karya sastra dalam Bahasa Melayu Tinggi oleh Balai Pustaka. Tetapi Bahasa Melayu Pasar sudah telanjur diambil oleh banyak pedagang yang melewati Indonesia.[rujukan?]

[sunting] Melayu Kuno

Penyebutan pertama istilah “Bahasa Melayu” sudah dilakukan pada masa sekitar 683686 M, yaitu angka tahun yang tercantum pada beberapa prasasti berbahasa Melayu Kuno dari Palembang dan Bangka. Prasasti-prasasti ini ditulis dengan aksara Pallawa atas perintah raja Kerajaan Sriwijaya, kerajaan maritim yang berjaya pada abad ke-7 dan ke-8. Wangsa Syailendra juga meninggalkan beberapa prasasti Melayu Kuno di Jawa Tengah. Keping Tembaga Laguna yang ditemukan di dekat Manila juga menunjukkan keterkaitan wilayah itu dengan Sriwijaya.

Berbagai batu bertulis (prasasti) yang ditemukan itu seperti:

  1. Prasasti Kedukan Bukit di Palembang, tahun 683
  2. Prasasti Talang Tuo di Palembang, tahun 684
  3. Prasasti Kota Kapur di Bangka Barat, tahun 686
  4. Prasasti Karang Brahi antara Jambi dan Sungai Musi, tahun 688

Yang kesemuanya bertuliskan Pra-Nagari dan bahasanya bahasa Melayu Kuno memberi petunjuk bahwa bahasa Melayu dalam bentuk bahasa Melayu Kuno sudah dipakai sebagai alat komunikasi pada zaman Sriwijaya.

Prasasti-prasasti lain yang bertulis dalam bahasa Melayu Kuno juga terdapat di

  1. Jawa Tengah, Prasasti Gandasuli, tahun 832
  2. Bogor, Prasasti Bogor, tahun 942

Kedua-dua prasasti di pulau Jawa itu memperkuat pula dugaan bahwa bahasa Melayu Kuno pada ketika itu bukan saja dipakai di pulau Sumatra, melainkan juga dipakai di pulau Jawa.

Berikut ini kutipan sebagian bunyi batu bertulis Kedukan Bukit. Swastie syrie syaka warsaatieta 605 ekadasyii syuklapaksa wulan waisyaakha dapunta hyang naayik di saamwan mangalap siddhayaatra di saptamie syuklapaksa wulan jyestha dapunta hyang marlapas dari minanga taamwan

(Terjemahan dalam bahasa Melayu sekarang (bahasa Indonesia): Selamat! Pada tahun Saka 605 hari kesebelas pada masa terang bulan Waisyaakha, tuan kita yang mulia naik di perahu menjemput Siddhayaatra. Pada hari ketujuh, pada masa terang bulan Jyestha, tuan kita yang mulia berlepas dari Minanga Taamwan…)

Penelitian linguistik terhadap sejumlah teks menunjukkan bahwa paling sedikit terdapat dua dialek bahasa Melayu Kuno yang digunakan pada masa yang berdekatan.

[sunting] Melayu Klasik

Karena terputusnya bukti-bukti tertulis pada abad ke-9 hingga abad ke-13, ahli bahasa tidak dapat menyimpulkan apakah bahasa Melayu Klasik merupakan kelanjutan dari Melayu Kuna. Catatan berbahasa Melayu Klasik pertama berasal dari Prasasti Terengganu berangka tahun 1303.

Seiring dengan berkembangnya agama Islam dimulai dari Aceh pada abad ke-14, bahasa Melayu klasik lebih berkembang dan mendominasi sampai pada tahap di mana ekspresi “Masuk Melayu” berarti masuk agama Islam.

[sunting] Bahasa Indonesia

Bahasa Melayu di Indonesia kemudian digunakan sebagai lingua franca (bahasa pergaulan), namun pada waktu itu belum banyak yang menggunakannya sebagai bahasa ibu. Biasanya masih digunakan bahasa daerah (yang jumlahnya bisa sampai sebanyak 360).

Awal penciptaan Bahasa Indonesia sebagai jati diri bangsa bermula dari Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928. Di sana, pada Kongres Nasional kedua di Jakarta, dicanangkanlah penggunaan Bahasa Indonesia sebagai bahasa untuk negara Indonesia pascakemerdekaan. Soekarno tidak memilih bahasanya sendiri, Jawa (yang sebenarnya juga bahasa mayoritas pada saat itu), namun beliau memilih Bahasa Indonesia yang beliau dasarkan dari Bahasa Melayu yang dituturkan di Riau.

[sunting] Peristiwa-peristiwa penting yang berkaitan dengan perkembangan bahasa Melayu/ Indonesia

Perinciannya sebagai berikut:

  1. Pada tahun 1901 disusunlah ejaan resmi bahasa Melayu oleh Ch. A. van Ophuijsen dan ia dimuat dalam Kitab Logat Melayu.
  2. Pada tahun 1908 Pemerintah mendirikan sebuah badan penerbit buku-buku bacaan yang diberi nama Commissie voor de Volkslectuur (Taman Bacaan Rakyat), yang kemudian pada tahun 1917 ia diubah menjadi Balai Pustaka. Balai itu menerbitkan buku-buku novel seperti Siti Nurbaya dan Salah Asuhan, buku-buku penuntun bercocok tanam, penuntun memelihara kesehatan, yang tidak sedikit membantu penyebaran bahasa Melayu di kalangan masyarakat luas.
  3. Tanggal 28 Oktober 1928 merupakan saat-saat yang paling menentukan dalam perkembangan bahasa Indonesia karena pada tanggal itulah para pemuda pilihan mamancangkan tonggak yang kukuh untuk perjalanan bahasa Indonesia.
  4. Pada tahun 1933 secara resmi berdirilah sebuah angkatan sastrawan muda yang menamakan dirinya sebagai Pujangga Baru yang dipimpin oleh Sutan Takdir Alisyahbana dan kawan-kawan.
  5. Pada tanggal 25-28 Juni 1938 dilangsungkanlah Kongres Bahasa Indonesia I di Solo. Dari hasil kongres itu dapat disimpulkan bahwa usaha pembinaan dan pengembangan bahasa Indonesia telah dilakukan secara sadar oleh cendekiawan dan budayawan Indonesia saat itu.
  6. Pada tanggal 18 Agustus 1945 ditandatanganilah Undang-Undang Dasar RI 1945, yang salah satu pasalnya (Pasal 36) menetapkan bahasa Indonesia sebagai bahasa negara.
  7. Pada tanggal 19 Maret 1947 diresmikan penggunaan Ejaan Republik (Ejaan Soewandi) sebagai pengganti Ejaan van Ophuijsen yang berlaku sebelumnya.
  8. Kongres Bahasa Indonesia II di Medan pada tanggal 28 Oktober s.d. 2 November 1954 juga salah satu perwujudan tekad bangsa Indonesia untuk terus-menerus menyempurnakan bahasa Indonesia yang diangkat sebagai bahasa kebangsaan dan ditetapkan sebagai bahasa negara.
  9. Pada tanggal 16 Agustus 1972 H. M. Soeharto, Presiden Republik Indonesia, meresmikan penggunaan Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan (EYD) melalui pidato kenegaraan di hadapan sidang DPR yang dikuatkan pula dengan Keputusan Presiden No. 57, tahun 1972.
  10. Pada tanggal 31 Agustus 1972 Menteri Pendidikan dan Kebudayaan menetapkan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan dan Pedoman Umum Pembentukan Istilah resmi berlaku di seluruh wilayah Indonesia (Wawasan Nusantara).
  11. Kongres Bahasa Indonesia III yang diselenggarakan di Jakarta pada tanggal 28 Oktober s.d. 2 November 1978 merupakan peristiwa penting bagi kehidupan bahasa Indonesia. Kongres yang diadakan dalam rangka memperingati Sumpah Pemuda yang ke-50 ini selain memperlihatkan kemajuan, pertumbuhan, dan perkembangan bahasa Indonesia sejak tahun 1928, juga berusaha memantapkan kedudukan dan fungsi bahasa Indonesia.
  12. Kongres bahasa Indonesia IV diselenggarakan di Jakarta pada tanggal 21-26 November 1983. Ia diselenggarakan dalam rangka memperingati hari Sumpah Pemuda yang ke-55. Dalam putusannya disebutkan bahwa pembinaan dan pengembangan bahasa Indonesia harus lebih ditingkatkan sehingga amanat yang tercantum di dalam Garis-Garis Besar Haluan Negara, yang mewajibkan kepada semua warga negara Indonesia untuk menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar, dapat tercapai semaksimal mungkin.
  13. Kongres bahasa Indonesia V di Jakarta pada tanggal 28 Oktober s.d. 3 November 1988. Ia dihadiri oleh kira-kira tujuh ratus pakar bahasa Indonesia dari seluruh Nusantara (sebutan bagi negara Indonesia) dan peserta tamu dari negara sahabat seperti Brunei Darussalam, Malaysia, Singapura, Belanda, Jerman, dan Australia. Kongres itu ditandatangani dengan dipersembahkannya karya besar Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa kepada pencinta bahasa di Nusantara, yakni Kamus Besar Bahasa Indonesia dan Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia.
  14. Kongres Bahasa Indonesia VI di Jakarta pada tanggal 28 Oktober s.d. 2 November 1993. Pesertanya sebanyak 770 pakar bahasa dari Indonesia dan 53 peserta tamu dari mancanegara meliputi Australia, Brunei Darussalam, Jerman, Hongkong, India, Italia, Jepang, Rusia, Singapura, Korea Selatan, dan Amerika Syarikat. Kongres mengusulkan agar Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa ditingkatkan statusnya menjadi Lembaga Bahasa Indonesia, serta mengusulkan disusunnya Undang-Undang Bahasa Indonesia.
  15. Kongres Bahasa Indonesia VIIdiselenggarakan di Hotel Indonesia, Jakarta pada tanggal 26-30 Oktober 1998. Kongres itu mengusulkan dibentuknya Badan Pertimbangan Bahasa dengan ketentuan sebagai berikut:
    1. Keanggotaannya terdiri dari tokoh masyarakat dan pakar yang mempunyai kepedulian terhadap bahasa dan sastra.
    2. Tugasnya memberikan nasihat kepada Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa serta mengupayakan peningkatan status kelembagaan Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.
Kongres Bahasa Indonesia Kembali Digelar Akhir Oktober Buat halaman ini dalam format PDF Cetak halaman ini
KESRA– 10 OKTOBER:Pusat Bahasa akan menyelenggarakan Kongres IX Bahasa Indonesia pada tanggal 28 Oktober—1 November 2008 di Jakarta. Kongres itu akan membahas tiga persoalan utama yakni bahasa Indonesia, bahasa daerah, dan penggunaan bahasa asing.Kongres ini digelar dalam rangka peringatan 60 tahun Pusat Bahasa, 80 tahun Sumpah Pemuda, dan 100 tahun Kebangkitan Nasional.Seperti diketahui, lahirnya Boedi Oetomo, organisasi perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia ini, mampu menumbuhkan kesadaran berorganisasi dalam memperjuangkan kemerdekaan.”Dua puluh tahun kemudian lahirlah pernyataan sikap politik pemuda Indonesia, pengakuan terhadap satu tanah air (walau 17.508 pulau), satu bangsa (walau ratusan kelompok etnis), dan menjunjung bahasa persatuan bahasa Indonesia (walau 746 bahasa di Indonesia),” ungkap siaran pers Pusat Bahasa, Selasa (9/10).Sepuluh tahun kemudian, Kongres Bahasa Indonesia Pertama diselenggarakan di Surakarta yang merekomendasikan perlunya penciptaan istilah dalam bahasa Indonesia. “Tujuh tahun kemudian proklamasi kemerdekaan dikumandangkan dan sehari berikutnya ditetapkan bahasa Indonesia sebagai bahasa negara,” tulis Pusat Bahasa.

Atas keperluan penanganan masalah bahasa secara terencana dan berkelanjutan didirikanlah Instituute voor Taal en Cultuur Onderzoek yang bertugas menangani masalah bahasa dan kebudayaan. Lembaga itulah yang kini bernama Pusat Bahasa.

Peminat dapat mengirimkan abstrak makalah sekitar 250 kata selambat-lambatnya diterima panitia pada minggu pertama bulan Mei 2008 untuk diseleksi. Abstrak yang terpilih untuk disajikan akan diumumkan akhir bulan Mei 2008, dan makalah lengkap dikirimkan kepada panitia selambat-lambatnya pada akhir bulan Juli 2008.

Rencananya, Kongres IX Bahasa Indonesia akan disemarakkan dengan peluncuran peta bahasa-bahasa daerah di Indonesia, Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi IV, Tesaurus Bahasa Indonesia, Ensiklopedia Sastra di Indonesia, Buku ”Enam Puluh Tahun Penanganan Bahasa dan Sastra di Indonesia”. Di samping itu, akan digelar pentas sastra/seni dan pameran kebahasaan dan kesastraan.(

PEKAN depan, 28 Oktober – 1 Novemver 2008, Kongres IX Bahasa Indonesia akan berlangsung di Hotel Bumi Karsa, komplek Bidakara, Jakarta. Kongres bertema Bahasa Indonesia membentuk insan cerdas, kompetitif di atas fondasi peradaban bangsa itu akan membahas topik-topik menarik tentang perkembangan bahasa Indonesia, bahasa daerah dan penggunaan bahasa asing, serta sastra Indonesia dan sastra daerah.

Kongres lima tahunan yang diadakan oleh Pusat Bahasa Depdiknas RI itu juga akan membahas pengajaran bahasa Indonesia bagi orang asing dan penggunaan bahasa Indonesia di media massa. Belasan pakar bahasa dan dan sastra Indonesia telah disiapkan untuk membahas topik-topik tersebut di depan sekitar 1000 peserta. Mereka berasal dari para pakar bahasa baik dari dalam dan luar negeri, pakar berbagai bidang ilmu, budayawan, sastrawan, pejabat publik, guru, dosen, mahasiswa, serta para peminat bahasa dan sastra Indonesia.

Kongres IX Bahasa Indonesia memiliki momentum penting, karena bertepatan dengan 80 tahun usia bahasa Indonesia, dan masih dalam suasana seabad Kebangkitan Nasional. Tahun ini pula Sumpah Pemuda, tonggak sejarah yang mengukuhkan bahasa Indonesia sebagai bahasa kebangsaan Indonesia, genap berusia 80 tahun.

Bahasa Indonesia memang lahir pada 28 Oktober 1928, karena saat itulah dideklarasikan sebuah sikap politik para pemuda yang memilih bahasa Indonesia sebagai bahasa pemersatu bangsa. Dalam Kongres Pemuda I itu mereka mengucapkan sumpah: berbangsa satu bangsa Indonesia, bertanah air satu tanah air Indonesia, dan berbahasa satu bahasa Indonesia.

Dalam perjalanan panjangnya selama 80 tahun bahasa Indonesia telah menempati kedudukan penting sebagai bahasa nasional dan bahasa negara, bahkan juga menjadi lambang jatidiri bangsa serta alat pemersatu bangsa. Dalam perjalanan panjang itu pula bahasa Indonesia menghadapi banyak tantangan, dan tantangan berat dihadapi pada era global saat ini, karena bahasa asing makin menggoda masyarakat dan memasuki ranah-ranah penting bahasa Indonesia, sementara penggunaan bahasa gaul anak-anak Jakarta juga makin meluas dan mempenetrasi bahasa media massa.

Mengisi momentum sekaligus menghadapi berbagai tantangan kebahasaan itu, maka tahun 2008 dicanangkan sebagai Tahun Bahasa. Pusat Bahasa, yang juga tepat berusia 60 tahun, menyemarakkan sepanjang tahun ini dengan berbagai kegiatan kebahasaan dan kesastraan, dan puncaknya adalah Kongres IX Bahasa Indonesia.

Lintasan sejarah

Sumpah Pemuda menjadi tonggak terpenting dalam mendorong perkembangan bahasa dan sastra Indonesia. Pada tahun 1933 secara resmi berdiri pula sebuah angkatan sastrawan muda, Pujangga Baru, yang dipelopori Sutan Takdir Alisyahbana. Bahasa Indonesia dipilih menjadi bahasa ekspresi karya-karya sastra mereka.

Seirama dengan itu, usaha pembinaan dan pengembangan bahasa Indonesia pun dilakukan secara sadar oleh cendekiawan dan budayawan Indonesia. Mereka, antara lain menggagas perlunya ada kongres bahasa Indonesia. Maka, pada 25-28 Juni 1938 dilangsungkanlah Kongres I Bahasa Indonesia di Solo.

Proklamasi kemerdekaan yang teksnya ditulis dalam bahasa Indonesia, secara politis, makin mengukuhkan posisi bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi kenegaraan. Kemudian pada 18 Agustus 1945 ditandatanganilah UUD 1945, yang salah satu pasalnya (Pasal 36) menetapkan bahasa Indonesia sebagai bahasa negara.

Forum terpenting untuk membahas perkembangan bahasa Indonesia pun terus diadakan, sekaligus untuk memantapkan kedudukan dan fungsinya sebagai bahasa negara, bahasa kebangsaan dan bahasa komunikasi nasional. Kongres II Bahasa Indonesia diadakan di Medan pada 28 Oktober – 2 November 1954. Kongres III Bahasa Indonesia diadakan di Jakarta pada 28 Oktober – November 1978, sekaligus memperingati 50 tahun Sumpah Pemuda.

Kongres IV Bahasa Indonesia juga diadakan di Jakarta pada 21-26 November 1983 dan menjadi bersifat internasional dengan peserta dari berbagai negara. Begitu juga Kongres V Bahasa Indonesia pada 28 Oktober – 3 November 1988. Kongres ini ditandai persembahan karya besar Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa kepada pencinta bahasa di Nusantara, yakni Kamus Besar Bahasa Indonesia dan Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia.

Kongres VI Bahasa Indonesia pada 28 Oktober – 2 November 1993 juga diadakan di Jakarta. Kongres mengusulkan agar Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa ditingkatkan statusnya menjadi Lembaga Bahasa Indonesia, serta mengusulkan disusunnya Undang-Undang Bahasa Indonesia. Kongres VII Bahasa Indonesia tetap diadakan di Jakarta pada 26-30 Oktober 1998, dan mengusulkan dibentuknya Badan Pertimbangan Bahasa.

Selanjutnya, Kongres VIII Bahasa Indonesia juga diadakan di Jakarta pada 14-17 Oktober 2008. Kongres ini diwarnai kabar gembira telah banyaknya universitas di manca negara yang membuka program studi tentang Indonesia. Dan, hal itu mendorong Panitia Kongres untuk mengagendakan pembuatan bahan ajar pelajaran bahasa Indonesia untuk para penutur asing. Saat itu telah ada 35 negara yang memiliki pusat studi tentang Indonesia di perguruan tinggi masing-masing.

Bahasa Indonesia saat ini, di tengah berbagai tantangan baru, tetap menampakkan perkembangan yang cukup menggembirakan, mampu menjadi bahasa ilmu penegetahuan dan teknologi yang cukup memadai, serta tetap mantap sebagai bahasa komunikasi nasional. Kita berharap, kongres tahun ini makin memantapkan kemajuan dan posisi bahasa Indonesia sebagai bahasa komunikasi nasional dan bahasa ilmu pengetahuan dan teknologi, serta makin terjaga kharisma dan keindahannya sebagai bahasa seni-budaya Indonesia.

Start: Mar 26, ’08 10:00p
End: Jul 26, ’08
Location: Jakarta

Dalam rangka peringatan 60 tahun keberadaan Pusat Bahasa, 80 tahun Sumpah Pemuda, dan 100 tahun Kebangkitan Bangsa, di tahun bahasa 2008 ini, akan diselenggarakan Seminar Nasional tentang Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah dengan tema ” Bahasa Indonesia dan Bahasa Daerah dalam Konteks Keindonesiaan”, dan subtema 1. Keindonesiaan dalam Bahasa atau Sastra Indonesia dan Daerah, 2. Pembinaan dan Pengembangan Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah dalam Konteks Keindonesiaan, 3. Muatan Lokal Bahasa dan Sastra Daerah dalam Pembentukan Wawasan Keindonesiaan, 4. Bahasa daerah dan Bahasa Indonesia dalam Keberagaman Masyarakat Indonesia, 5. Uji Kemahiran Bahasa Indonesia (UKBI) dan Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) sebagai sarana Pemartabatan Bangsa, 6. Regulasi tentang Kebahasaan dan Keberadaan Bahasa-bahasa di Indonesia. Pemakalah Utama adalah Dr. Dendy Sugono, Prof. Dr. Arief Rachman, M.Pd., Prof. Dr. Bambang Kaswanti Purwo, Dr. Imam B. Prasodjo, Eep Saefulloh Fatah, S.I.P., M.A., Dr. Mahsun, M.S., Dr. Novi Anoegrajekti, M.Hum. Peserta yang ingin mengajukan makalah diharapkan mengirimkan abstrak yang sesuai dengan tema atau subtema sebanyak 250 kata dan harus dikirimkan ke panitia paling lambat tanggal 21 April 2008. Seminar akan diselenggarakan pada tanggal 24—26 Juni 2008 di Hotel Lombok Raya, Jalan Panca Usaha Nomor 11, Mataram. Untuk Informasi lebih lengkap hubungi: Kantor Bahasa Provinsi NTB Jalan Lingkar Selatan, Karang Pule, Ampenan Kota Mataram-NTB Telepon (0370) 6647388 Pos-el: kantorbahasantb@yahoo.co.id atau seminarbahasa08ntb@gmail.com

Tips Menjadi SELEB di Dunia Maya ala Julia Allison:dan sedikit tambahan dari penulis:

huuwwwaaaahhhhh…….

berasa setaon gak ngeblog….alasan : uda males

Gw baru baca majalah HAI yang edisi dua minggu lalu,gw tertarik ama artikel yang judulnya tips menjadi artis dunia maya ala Julia Allison (kalo gak salah).meskipun singkat tapi sangat inspirasing banget bagi gw..disitu ditulis gimana cara terkenal di dalam yang namanya dunia maya…(huallah bahasaku mbulet).JAdi sekarang gw mau bagi2 info ke kalian para penghuni dunia maya,lebih tepatnya kopi paste…

Langsung aja :

1.Foto bareng Seleb

dipikir2 ini bener juga…setiap kita ketemu ama seleb ato orang terkenal, tanpa ba-bi-bu langsung aja minta foto bareng…kalo cuman atu ato dua foto sih emang gak ngaruh,tapi coba bayangin kalo udah nyampe ratusan bahkan ribuan…setiap orang yang googling en nyari foto tu seleb,mau gak mau lo ikutan nampang kan…kalo itu berlangsung secara terus-menerus muka lo pasti diinget ama orang dan jadi bahan perbincangan – pergunjingan..hhaa

2. Dandan yang beda

Jangan ngikutin make baju formal kalo lagi acara formal.lo bisa pake baju santai ato baju pantai kalo perlu..ato pake long dress ke acara santai..emang sih lo bakal dikira sinting ato apalah…itu bakal jadi bahan perhatian banyak orang dan kita tunjukin ke mereka kalo emang kita “gila”-tapi emang itulah diri kita, walaupun berbeda tapi punya karakter yang kuat. oh iya….gw tambahin jangan lupa pasang kamera et upload foto-fotonya kalo lo lagi beraksi..hihi

3.Menarik simpati

Gak ada salahnya kan kalo lo sedikit berlebihan a.k.a lebay kalo lagi di dunia maya kan? Itu bakal jadi suatu yang lebih menarik.toh penghuni dunia maya juga pasti tau yang mana yang ditambah-tambahin yang mana yang enggak..Lebay juga membuat dunia kita semakin berwarna,berasa,bergejolah,meskipun kadang-kadang berbahaya..Yang pasti intinya Lebay is Legal is Cyber World..Note : Tapi inget, meskipun lebay tapi lebay yang bermanfaat..

4.Bikin kelompok pendukung

Lo cari dan ajak orang-orang yang sejalan ama lo buat nganggepin komentar2 miring tentang lo..kalo gak ada,sediri juga gak ada salahnya menurut gw, seletah lo buat cerita-yang agak lebay pastinya…biyarin aja orang-orang kometar tentang cerita lo meskipun negatif.Biyar dunia saling bertukar pendapat tentang lo..Setelah itu baru lo klarifikasi..Lalu???Buat cerita lagi dehh-yang lebay tentunya..

5.Tunjukin kelebihanmu

Tunjukin segala sesuatu kelebihan yang ada dalam diri lo…di dalam dunia internet memang hal yang lumrah buat nunjukin,salah,lebih tepatnya mamerin ke dunia bakat yang ada dalam diri lo….meskipun lo cuma modal tampang cantik dan narsis tentunya….

Holy Day 1430 Hijriyah

idulfitri1

Pertama-tama gw ucapin “selamat hari raya idul fitri 1430 Hijriyah” buat yg merayakan….

Baca lebih lanjut

RENUNGKAN…!!!

mayat1

Yang Akan Ikut Mayat Adalah Tiga hal yaitu:
1. Keluarga
2. Hartanya
3. Amalnya

Ada Dua Yang Kembali Dan Satu akan Tinggal Bersamanya yaitu;
1. Keluarga dan Hartanya Akan Kembali
2. Sementara Amalnya Akan Tinggal Bersamanya.

Maka ketika Roh Meninggalkan Jasad, Terdengarlah Suara Dari Langit Memekik,
“Wahai Fulan Anak Si Fulan..

* Apakah Kau Yang Telah Meninggalkan Dunia, Atau Dunia Yang Meninggalkanmu
* Apakah Kau Yang Telah Menumpuk Harta Kekayaan, Atau Kekayaan Yang Telah Menumpukmu
* Apakah Kau Yang Telah Menumpuk Dunia, Atau Dunia Yang Telah Menumpukmu
* Apakah Kau Yang Telah Mengubur Dunia, Atau Dunia Yang Telah Menguburmu.”

Ketika Mayat Tergeletak Akan Dimandikan, Terdengar Dari Langit Suara Memekik,
“Wahai Fulan Anak Si Fulan…

* Mana Badanmu Yang Dahulunya Kuat, Mengapa Kini Terkulai Lemah
* Mana Lisanmu Yang Dahulunya Fasih, Mengapa Kini Bungkam Tak Bersuara
* Mana Telingamu Yang Dahulunya Mendengar, Mengapa Kini Tuli Dari Seribu Bahasa
* Mana Sahabat-Sahabatmu Yang Dahulunya Setia, Mengapa Kini Raib Tak Bersuara”

Ketika Mayat Siap Dikafan, Suara Dari Langit Terdengar Memekik,
”Wahai Fulan Anak Si Fulan…

* Berbahagialah Apabila Kau Bersahabat Dengan Ridha
* Celakalah Apabila Kau Bersahabat Dengan Murka Allah

Wahai Fulan Anak Si Fulan…

* Kini Kau Tengah Berada Dalam Sebuah Perjalanan Nun Jauh Tanpa Bekal
* Kau Telah Keluar Dari Rumahmu Dan Tidak Akan Kembali Selamanya
* Kini Kau Tengah Safar Pada Sebuah Tujuan Yang Penuh Pertanyaan.”

Ketika Mayat Diusung, Terdengar Dari Langit Suara Memekik,
“Wahai Fulan Anak Si Fulan…

* Berbahagialah Apabila Amalmu Adalah Kebajikan
* Berbahagialah Apabila Matimu Diawali Tobat
* Berbahagialah Apabila Hidupmu Penuh Dengan Taat.”

Ketika Mayat Siap Di Shalatkan, Terdengar Dari Langit Suara Memekik,
“Wahai Fulan Anak Si Fulan..

* Setiap Pekerjaan Yang Kau Lakukan Kelak Kau Lihat Hasilnya Di Akhirat
* Apabila Baik Maka Kau Akan Melihatnya Baik
* Apabila Buruk, Kau Akan Melihatnya Buruk.”

Ketika Mayat Dibaringkan Di Liang Lahat, terdengar Suara Memekik Dari Langit,
”Wahai Fulan Anak Si Fulan…

* Apa Yang Telah Kau Siapkan Dari Rumahmu Yang Luas Di Dunia Untuk Kehidupan Yang Penuh Gelap Gulita Di Sini

Wahai Fulan Anak Si Fulan…

* Dahulu Kau Tertawa, Kini Dalam Perutku Kau Menangis
* Dahulu Kau Bergembira,Kini Dalam Perutku Kau Berduka
* Dahulu Kau Bertutur Kata, Kini Dalam Perutku Kau Bungkam Seribu Bahasa.”

Ketika Semua Manusia Meninggalkannya Sendirian, Allah Berkata Kepadanya,
“Wahai Hamba-Ku….

* Kini Kau Tinggal Seorang Diri
* Tiada Teman Dan Tiada Kerabat
* Di Sebuah Tempat Kecil, Sempit Dan Gelap
* Mereka Pergi Meninggalkanmu, Seorang Diri
* Padahal, Karena Mereka Kau Pernah Langgar Perintahku
* Hari Ini….
* Akan Kutunjukan Kepadamu
* Kasih Sayang-Ku
* Yang Akan Takjub Seisi Alam
* Aku Akan Menyayangimu
* Lebih Dari Kasih Sayang Seorang Ibu Pada Anaknya”.

Kepada Jiwa-Jiwa Yang Tenang Allah Berfirman,
“Wahai Jiwa Yang Tenang…

* Kembalilah Kepada Tuhanmu
* Dengan Hati Yang Puas Lagi Di Ridhai-Nya
* Maka Masuklah Ke Dalam Jamaah Hamba-Hamba- Ku
* Dan Masuklah Ke Dalam Jannah-Ku”

Semoga bisa menjadi bahan renungan untuk kita semuA

Nb: Maaf Bagi yg Non Muslim

sumber : http://www.kaskus.us

hargailah hidup kita

Waktu kita kecil kita dimanja..

Manjakah mereka??

anak

Kalo lo pikir gaji lo/uang jajan lo kurang,

bagaimana dengan mereka??

download2an2

kalo lo pikir lo enggak punya temen, tanya sama diri lo apa lo sebenernya masih punya temen2 yang masih ada di sekeliling lo…

download3kg5

Lo pikir belajar sangat berat dan menyusahkan..

bagaimana dengan dia??

download4rd1

Baca lebih lanjut

Detik-detik Pendaratan Lion Air JT 972 yang Menegangkan

lionmendarat1

Pesawat Lion Air JT 972 jurusan Medan-Batam mendarat darurat di Bandara Hang Nadim, Batam, Senin (23/2/2009) malam. Saksi mata sempat memotret pesawat naas itu pada detik-detik sebelum pendaratan darurat. Luar biasa menegangkan! Foto-foto mengenai detik-detik pendaratan darurat itu beredar di facebook dan banyak maiing list.

Baca lebih lanjut

HEBOH!!!! Facebook Hadapi Tuntutan Rp 715 Miliar

MARK Zuckerberg pendiri Facebook mendapat tuntutan hukum dari ConnectU, atas tuduhan pencurian ide jaringan sosial tersebut.

ConnectU melakukan tuntutan ini karena menilai Zuckerberg mengambil ide dan gagasan Tyler and Cameron Winklevoss dalam mendirikan Facebook. Ide itu diklaim milik mantan teman sekamar Mark Zuckerberg saat masih kuliah.

Mark Zuckerberg dituntut dengan nilai uang sebesar 65 juta Dolar AS atau setara dengan Rp 715 miliar (kurs Rp 11.000).

Firma hukum Quinn Emanuel Urquhart Oliver & Hedges ditunjuk untuk menjalani proses hukum ini.
Mereka juga telah mengumumkan kasus ini pada iklan brosur bulan Januari, dan telah mempersiapkannya sejak tahun lalu. Di antaranya penyelesaian sebesar 65 juta dollar Amerika dengan Facebook.

Baca lebih lanjut